
Terkadang sebagian orang melihat bentuk kecerdasan hanya dari sisi pengetahuan saja dan mesti terukur dengan nominal angka, barulah itu dikatakan kemampuan orang tersebut.
Cerita
sederhana ketika zaman dulu duduk di bangku SD, saat dibagikan buku rapor kemudian
mendapatkan nilai yang memuaskan, orang tua kita menganggap bahwa kita cerdas
dari yang lainnya. Tak hanya itu, kemahiran anak dalam baca tulis dan berhitung
menjadi tolak ukur kecerdasan, lebih tepatnya ini terjadi pada masa silam saat
usia dini.
Sebenarnya manusia mempunyai banyak kecerdasan dalam dirinya. Dan kecerdasan tersebut dapat kita bagi kedalam tiga bagian :
Sebenarnya manusia mempunyai banyak kecerdasan dalam dirinya. Dan kecerdasan tersebut dapat kita bagi kedalam tiga bagian :
1. Kecerdasan Spiritual (SQ)
2.
Kecerdasan Emosional (EQ)
3.
Kecerdasan Intelektual (IQ)
Sebagian masyarakat
hanya menilai kecerdasan dari sisi pengetahuan(kognitif), mereka bangga akan
kecerdasan tersebut. Mengapa demikian?
Mungkinkah kecerdasan intelektual lebih berharga dari pada dua kecerdasan yang masih tersimpan dalam diri kita?
Lantas apa
yang dimaksud dengan dua kecerdasan itu?
Kecerdasan
Spiritual (SQ)
Berakhlak
mulia, rajin shalat, sering membaca alqur’an dan mampu melaksanakan semua amal
shaleh itu dapat diartikan sebagai kecerdasan spiritual. Namun, bukan itu yang
dimaksud dalam kecerdasan tersebut, karena yang paling penting adalah orang
tersebut mampu mengaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari terhadap sikap
dan perilakunya.
Ini adalah
sebagai jalan untuk mendapat rahmat serta ridho Allah SWT.
.
Kecerdasan Emotional
(EQ)
Mampu
mengendalikan emosi. Semangat, ulet, mampu memotivasi diri sendiri adalah salah
satu kecerdasan emosional. Tidak pantang menyerah, sanggup menghadapi
problematika kehidupan, melepaskan semua beban yang ada dalam dirinya, bisa
bertahan dari frustasi, mempunyai jiwa leadhership yang kuat dan pemberani
serta mampu menyesuaikan diri (beradaptasi) dengan lingkungan sekitar tanpa
pernah merasa terkucilkan(minder). Itupun adalah bentuk-bentuk kecerdasan
emosional yang ada dalam diri manusia.
Permasalahan
saat ini adalah sulitnya menanamkan kecerdasan emosional kepada anak-anak kita.
Sehingga anak-anak kita mempunyai kendala yang cukup besar, salah satunya dalam
bergaul dan mencari teman. Lalu masalah yang lebih besar lagi, yakni tidak
mampu berbaur dengan masyarakat disekitarnya. Karena kurangnya kecerdasan
emosional anak tersebut lebih suka menyendiri dari pada berinteraksi dengan
yang lain.
Kecerdasan Intelektual
(IQ)
Kita
mempunyai otak kiri dan otak kanan. Yang lebih dominan kita pakai adalah otak
kiri dibandingkan otak kanan. Kecerdasan yang hanya di ukur oleh deratan angka
sebagai bentuk kemampuan kognitif biasanya dulu sering kita gunakan untuk
menghitung saat masih duduk dibangku sekolah
bahkan sampai diperguruan tinggi pun kita cenderung menggunakan otak
kiri dan otak kanan dilupakan.
Lalu apa
sebenarnya fungsi dari otak kanan ini?
Setiap manusia yang dilahirkan kedunia dalam keadaan
fitrah (suci), di ibaratkan selembar kertas putih yang belum tergores tinta.
Manusia mempunyai potensi dalam dirinya, hanya saja bagaimana orang tersebut
bisa menggali potensi dan mengembangkannya. Tuhan telah memberikan kepada kita
sifat-sifat mulia sebagai bekal hidup didunia, karena pada waktu itu Tuhan dan
manusia telah membuat perjanjian, pada saat ruh di tiupkan oleh Sang Pencipta,
manusia mengakui bahwa aku adalah makhluk ciptaanya.
Beranjak dari hal itu, sudah semestinya kita menjauhi
sifat-sifat tercela yang tidak disukai oleh Allah SWT. Seperti sombong, iri
hati, dendam, hidup boros dan malas dalam bekerja, jangan sampai ini tertanam
dalam sikap anak-anak didik kita, karena itu adalah langkah-langkah syaiton
untuk menghancurkan umat islam hingga hari akhir zaman nanti.
Apa yang
harus di utamakan?
Memulai dari awal sepertinya gagasan yang baik agar
dapat mengenali potensi yang ada pada diri kita, sesuai yang kita bahas bahwa
manusia mempunyai fitrah ketika pertama kali dilahirkan, yang mana fitrah itu wajib
dijaga. Menjalankan kehidupan sesuai dengan apa yang digariskan oleh yang Maha
kuasa dan bisa mendekatkan diri kepada-Nya. Itulah kecerdasan spiritual.
Kemudian
kita perlu membentuk karakter yang kuat dan menanamkannya pada setiap jiwa
manusia, sebelum kita mengenali dua kecerdasan tersebut, yakni IQ dan SQ. Maka
dapat kita simpulkan bahwa dengan mengenali siapa Tuhan kita dan bagaimana
caranya agar kita mendapatkan rahmat dan ridho-Nya, tentu kita perlu
mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga kita tahu bahwa
kecerdasan yang kita miliki semata-mata hanya untuk menjalankan perintah-Nya.
Bukan digunakan untuk kegiatan negatif yang membawa mudharat besar bagi kita
dan orang lain.
bagaimana dengan argumentasi anda?
Share This :

0 komentar