-->
BLANTERWISDOM101

APA ITU KECERDASAN ??

Friday, March 27, 2015



Terkadang sebagian orang melihat bentuk kecerdasan hanya dari sisi pengetahuan saja  dan mesti terukur dengan nominal angka, barulah itu dikatakan kemampuan orang tersebut.

Cerita sederhana ketika zaman dulu duduk di bangku SD, saat dibagikan buku rapor kemudian mendapatkan nilai yang memuaskan, orang tua kita menganggap bahwa kita cerdas dari yang lainnya. Tak hanya itu, kemahiran anak dalam baca tulis dan berhitung menjadi tolak ukur kecerdasan, lebih tepatnya ini terjadi pada masa silam saat usia dini.

Sebenarnya manusia mempunyai banyak kecerdasan dalam dirinya. Dan kecerdasan tersebut dapat kita bagi kedalam tiga bagian :

1. Kecerdasan Spiritual (SQ)
2. Kecerdasan Emosional (EQ)
3. Kecerdasan Intelektual (IQ)

Sebagian masyarakat hanya menilai kecerdasan dari sisi pengetahuan(kognitif), mereka bangga akan kecerdasan tersebut. Mengapa demikian?

Mungkinkah kecerdasan intelektual lebih berharga dari pada dua kecerdasan yang masih tersimpan dalam diri kita?

Lantas apa yang dimaksud dengan dua kecerdasan itu?

Kecerdasan Spiritual (SQ)
Berakhlak mulia, rajin shalat, sering membaca alqur’an dan mampu melaksanakan semua amal shaleh itu dapat diartikan sebagai kecerdasan spiritual. Namun, bukan itu yang dimaksud dalam kecerdasan tersebut, karena yang paling penting adalah orang tersebut mampu mengaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari terhadap sikap dan perilakunya.
Ini adalah sebagai jalan untuk mendapat rahmat serta ridho Allah SWT.
.

Kecerdasan Emotional (EQ)
Mampu mengendalikan emosi. Semangat, ulet, mampu memotivasi diri sendiri adalah salah satu kecerdasan emosional. Tidak pantang menyerah, sanggup menghadapi problematika kehidupan, melepaskan semua beban yang ada dalam dirinya, bisa bertahan dari frustasi, mempunyai jiwa leadhership yang kuat dan pemberani serta mampu menyesuaikan diri (beradaptasi) dengan lingkungan sekitar tanpa pernah merasa terkucilkan(minder). Itupun adalah bentuk-bentuk kecerdasan emosional yang ada dalam diri manusia.


Permasalahan saat ini adalah sulitnya menanamkan kecerdasan emosional kepada anak-anak kita. Sehingga anak-anak kita mempunyai kendala yang cukup besar, salah satunya dalam bergaul dan mencari teman. Lalu masalah yang lebih besar lagi, yakni tidak mampu berbaur dengan masyarakat disekitarnya. Karena kurangnya kecerdasan emosional anak tersebut lebih suka menyendiri dari pada berinteraksi dengan yang lain.


Kecerdasan Intelektual (IQ)
Kita mempunyai otak kiri dan otak kanan. Yang lebih dominan kita pakai adalah otak kiri dibandingkan otak kanan. Kecerdasan yang hanya di ukur oleh deratan angka sebagai bentuk kemampuan kognitif biasanya dulu sering kita gunakan untuk menghitung saat masih duduk dibangku sekolah  bahkan sampai diperguruan tinggi pun kita cenderung menggunakan otak kiri dan otak kanan dilupakan.

Lalu apa sebenarnya fungsi dari otak kanan ini?
                  

Setiap manusia yang dilahirkan kedunia dalam keadaan fitrah (suci), di ibaratkan selembar kertas putih yang belum tergores tinta. Manusia mempunyai potensi dalam dirinya, hanya saja bagaimana orang tersebut bisa menggali potensi dan mengembangkannya. Tuhan telah memberikan kepada kita sifat-sifat mulia sebagai bekal hidup didunia, karena pada waktu itu Tuhan dan manusia telah membuat perjanjian, pada saat ruh di tiupkan oleh Sang Pencipta, manusia mengakui bahwa aku adalah makhluk ciptaanya.


Beranjak dari hal itu, sudah semestinya kita menjauhi sifat-sifat tercela yang tidak disukai oleh Allah SWT. Seperti sombong, iri hati, dendam, hidup boros dan malas dalam bekerja, jangan sampai ini tertanam dalam sikap anak-anak didik kita, karena itu adalah langkah-langkah syaiton untuk menghancurkan umat islam hingga hari akhir zaman nanti.


Apa yang harus di utamakan?

Memulai dari awal sepertinya gagasan yang baik agar dapat mengenali potensi yang ada pada diri kita, sesuai yang kita bahas bahwa manusia mempunyai fitrah ketika pertama kali dilahirkan, yang mana fitrah itu wajib dijaga. Menjalankan kehidupan sesuai dengan apa yang digariskan oleh yang Maha kuasa dan bisa mendekatkan diri kepada-Nya. Itulah kecerdasan spiritual.

Kemudian kita perlu membentuk karakter yang kuat dan menanamkannya pada setiap jiwa manusia, sebelum kita mengenali dua kecerdasan tersebut, yakni IQ dan SQ. Maka dapat kita simpulkan bahwa dengan mengenali siapa Tuhan kita dan bagaimana caranya agar kita mendapatkan rahmat dan ridho-Nya, tentu kita perlu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga kita tahu bahwa kecerdasan yang kita miliki semata-mata hanya untuk menjalankan perintah-Nya. Bukan digunakan untuk kegiatan negatif yang membawa mudharat besar bagi kita dan orang lain.

bagaimana dengan argumentasi anda?
Share This :
CATATAN SI ASEP

Saya adalah seorang konten kreator yang menyukai dunia internet dan teknologi. Karakter kepribadian yang supel dan komunikatif

0 komentar