
Mungkin
kita masih ingat bulan Mei 2010 negeri ini dihebohkan dengan beredarnya video
asusila yang di perankan oleh Ariel Noah, artis cantik Luna Maya dan Cut Tari.
Saat itu, semua media hampir fokus menyoroti problem tersebut. Ketiga
public figur yang selalu di puja-puji seketika itu berubah menjadi
cibiran masa. Bagaimana tidak, video asulila yang tersebar lewat dunia maya ini
telah menggoncangkan berbagai macam kalangan. Kasus tersebut telah menjadi aib
umum, mencoreng negara muslim dimata dunia. Namun, atas perbuatannya Ariel
harus mendekam di balik jeruji besi. Ariel dijerat Pasal 29 Juncto Pasal 4 UU
Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan denda 250 Juta rupiah. Meskipun Reza
Rizaldy sebagai dalang atas beredarnya video porno tersebut, tetapi Ariel harus
tetap mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dan tahun 2012 Ariel pun bebas
bersyarat karena mendapatkan asimilasi di masa tahanannya. Dalam kasus ini Cut
Tari lah yang meski diberi nilai positif, karena ia berani mengakui kebenaran
video tersebut dan meminta maaf dihadapan media.
Kasus
yang hampir serupa, kini sedang ramai diperbincangkan di Indonesia. Kali ini
menimpa ketua FPI (Front Pembela islam) Habib Rizieq Shihab dan Firza Husaeni
atas Percakapan seks (Chat Sexs) yang tersebar di media sosial WhatApp.
Chat seks yang diduga melibatkan Rizieq dan Firza muncul Januari 2017 di situs baladacintarizieq
dan mengindikasi ada chat mesum yang dilakukan oleh keduanya. Sontak
berita ini membuat kaget publik, apakah benar seorang Rizieq yang terkena ma’sum
(alim), taat hukum ini tersandung kasus pornografi? Atau ini hanya manuver
politik untuk menggulingkan nama Habib rizieq? Publik pun bertanya-tanya,
benarkah kasus ini tanpa ada rekayasa?
Dalam
sebuah berita, Firza Husaeni telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan
chat seks yang melibatkan dirinya dengan Rizieq, sedangkan Rizieq Shihab masih
berstatus sebagai saksi. Firza terancam Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 34 UU RI
Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi
dengan ancamam 5 tahun penjara. Dalam penyidikannya Firza dan Rizieq
membantah keras atas kasus dugaan chat mesum yang dilakukannya. Bukan hanya itu, pengacara Rizieq menanggapi
bahwa ini bentuk perlawanan karena ini (kasus chat mesum) bermuatan politik saat
jumpa pers di Jakarta Selatan 16 Mei lalu (liputan6.com18/05/17)
Penulis
turut prihatin, motif apa yang sebenarnya terjadi hingga kejadian chat mesum
ini bisa muncul dipermukaan publik. Hingga kini pihak kepolisian pun masih
mendalami terkait percakapan berkonten pornografi tersebut. Pihak kepolisian
masih memburu pelaku yang mengunggah rekaman chat seks tersebut. Kepolisian pun
mendapat kesulitan dalam melacak identitas yang mengunggah percakapan seks
Firza dan Rizieq. Diketahui pengunggah rekaman tersebut adalah hacker Anonymous
yang sulit dideteksi ke asliannya.
Jika
melihat kedua kasus tersebut penulis berpendapat, bahwa kasus ini serupa dengan
apa yang pernah terjadi pada Ariel Noah Tujuh tahun silam yakni dikategorikan
pada aspek pornografi. Setidaknya kasus ini efeknya mampu mengikis moralitas
bangsa walau berupa percakapan seks yang di share di WhatApp. Namun,
ada perbedaan dari kedua kasus ini. Jika Tahun 2010 lalu menimpa seorang artis
sekaligus musisi ternama, tetapi pada Mei 2017 harus menimpa Pimpinan Ormas
Islam sekaligus ulama besar Habib Rizieq Shibab. Hal ini sudah semestinya di clear
kan, tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, karena media hari ini sangat kontras
dalam menyoroti masalah, apalagi ini bentuk problem negatif yang sedang ramai
dipublik. Chat mesum yang melibatkan Rizieq ini akan mengikis citranya sebagai
ketua FPI. Ulama yang bertugas menanamkan nilai - nilai spiritual, menjadi
contoh suri teladan yang baik, menjadi panutan bangsa, kini harus ternoda
dengan kasus tak senonoh. Dan tentu ini akan menyakiti hati para ulama-ulama.
Kemudian, hal ini pun mampu menumbuhkan pergolakan antar orang –orang yang pro
terhadap Rizieq dan kontradiktif dengannya.
Maka langkah
solutifnya adalah, pihak kepolisian harus lebih intens dalam mendalami polemik yang
bergulir. Bekerjasama dengan pakar hukum untuk memproses kebenaran. Memproses keadilan
dengan sebaik-baiknya. Pihak kepolisiaan harus menanamkan nilai independensi dalam
setiap tugasnya, tidak boleh ada intervensi politik yang merugikan umat.
Apakah
ini fitnah (hoax) ? ataukah ini chat mesum yang benar-benar terjadi? Selain
itu, Habib Rizieq diharapkan untuk segera pulang kembali ke negeri ini.
Menyelesaikan perkara yang berpotensi membunuh karakter dirinya. Rizieq wajib memberikan
klarifikasi yang jelas atas dugaan chat seksnya dengan Firza. Jika langkah ini
dilakukan akan berdampak pula pada citra Rizieq sebagai sosok orang berpengaruh
didalam pimpinan ormas Islam. Maka, sangat disayangkan ketika Rizieq enggan
untuk pulang ke Indonesia dan memberi klarifikasi yang jelas. Kasus ini mungkin
serupa tapi tak sama pula. Seperti mirip, namun berbeda. Tahun 2010 adalah
ujian terberat bagi Ariel dan rekannya, dan tahun 2017 adalah ujian terberat
bagi Habib Rizieq Shihab.
Hari ini
Indonesia sedang menghadapi krisis moral yang sangat memprihatinkan. Oleh
karena itu, marilah kita bersama-sama menutup celah pornografi, memutus rantai
amoralis sebelum merefleksi kepada kaum muda. Kita sadar betul bahwa kebaikan
akan mengalahkan kemungkaran. Mari berperang melawan pornografi.
Share This :

0 komentar