-->
BLANTERWISDOM101

SERUPA TAPI TAK SAMA

Friday, December 22, 2017




Mungkin kita masih ingat bulan Mei 2010 negeri ini dihebohkan dengan beredarnya video asusila yang di perankan oleh Ariel Noah, artis cantik Luna Maya dan Cut Tari. Saat itu, semua media hampir fokus menyoroti problem tersebut.  Ketiga  public figur yang selalu di puja-puji seketika itu berubah menjadi cibiran masa. Bagaimana tidak, video asulila yang tersebar lewat dunia maya ini telah menggoncangkan berbagai macam kalangan. Kasus tersebut telah menjadi aib umum, mencoreng negara muslim dimata dunia. Namun, atas perbuatannya Ariel harus mendekam di balik jeruji besi. Ariel dijerat Pasal 29 Juncto Pasal 4 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan denda 250 Juta rupiah. Meskipun Reza Rizaldy sebagai dalang atas beredarnya video porno tersebut, tetapi Ariel harus tetap mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dan tahun 2012 Ariel pun bebas bersyarat karena mendapatkan asimilasi di masa tahanannya. Dalam kasus ini Cut Tari lah yang meski diberi nilai positif, karena ia berani mengakui kebenaran video tersebut dan meminta maaf dihadapan media.

Kasus yang hampir serupa, kini sedang ramai diperbincangkan di Indonesia. Kali ini menimpa ketua FPI (Front Pembela islam) Habib Rizieq Shihab dan Firza Husaeni atas Percakapan seks (Chat Sexs) yang tersebar di media sosial WhatApp. Chat seks yang diduga melibatkan Rizieq dan Firza muncul Januari 2017 di situs baladacintarizieq dan mengindikasi ada chat mesum yang dilakukan oleh keduanya. Sontak berita ini membuat kaget publik, apakah benar seorang Rizieq yang terkena ma’sum (alim), taat hukum ini tersandung kasus pornografi? Atau ini hanya manuver politik untuk menggulingkan nama Habib rizieq? Publik pun bertanya-tanya, benarkah kasus ini tanpa ada rekayasa?

Dalam sebuah berita, Firza Husaeni telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan chat seks yang melibatkan dirinya dengan Rizieq, sedangkan Rizieq Shihab masih berstatus sebagai saksi. Firza terancam Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 34 UU RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi  dengan ancamam 5 tahun penjara. Dalam penyidikannya Firza dan Rizieq membantah keras atas kasus dugaan chat mesum yang dilakukannya.  Bukan hanya itu, pengacara Rizieq menanggapi bahwa ini bentuk perlawanan karena ini (kasus chat mesum) bermuatan politik saat jumpa pers di Jakarta Selatan 16 Mei lalu (liputan6.com18/05/17)

Penulis turut prihatin, motif apa yang sebenarnya terjadi hingga kejadian chat mesum ini bisa muncul dipermukaan publik. Hingga kini pihak kepolisian pun masih mendalami terkait percakapan berkonten pornografi tersebut. Pihak kepolisian masih memburu pelaku yang mengunggah rekaman chat seks tersebut. Kepolisian pun mendapat kesulitan dalam melacak identitas yang mengunggah percakapan seks Firza dan Rizieq. Diketahui pengunggah rekaman tersebut adalah hacker Anonymous yang sulit dideteksi ke asliannya.
Jika melihat kedua kasus tersebut penulis berpendapat, bahwa kasus ini serupa dengan apa yang pernah terjadi pada Ariel Noah Tujuh tahun silam yakni dikategorikan pada aspek pornografi. Setidaknya kasus ini efeknya mampu mengikis moralitas bangsa walau berupa percakapan seks yang di share di WhatApp. Namun, ada perbedaan dari kedua kasus ini. Jika Tahun 2010 lalu menimpa seorang artis sekaligus musisi ternama, tetapi pada Mei 2017 harus menimpa Pimpinan Ormas Islam sekaligus ulama besar Habib Rizieq Shibab. Hal ini sudah semestinya di clear kan, tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, karena media hari ini sangat kontras dalam menyoroti masalah, apalagi ini bentuk problem negatif yang sedang ramai dipublik. Chat mesum yang melibatkan Rizieq ini akan mengikis citranya sebagai ketua FPI. Ulama yang bertugas menanamkan nilai - nilai spiritual, menjadi contoh suri teladan yang baik, menjadi panutan bangsa, kini harus ternoda dengan kasus tak senonoh. Dan tentu ini akan menyakiti hati para ulama-ulama. Kemudian, hal ini pun mampu menumbuhkan pergolakan antar orang –orang yang pro terhadap Rizieq dan kontradiktif dengannya.
Maka langkah solutifnya adalah, pihak kepolisian harus lebih intens dalam mendalami polemik yang bergulir. Bekerjasama dengan pakar hukum untuk memproses kebenaran. Memproses keadilan dengan sebaik-baiknya. Pihak kepolisiaan harus menanamkan nilai independensi dalam setiap tugasnya, tidak boleh ada intervensi politik yang merugikan umat.

Apakah ini fitnah (hoax) ? ataukah ini chat mesum yang benar-benar terjadi? Selain itu, Habib Rizieq diharapkan untuk segera pulang kembali ke negeri ini. Menyelesaikan perkara yang berpotensi membunuh karakter dirinya. Rizieq wajib memberikan klarifikasi yang jelas atas dugaan chat seksnya dengan Firza. Jika langkah ini dilakukan akan berdampak pula pada citra Rizieq sebagai sosok orang berpengaruh didalam pimpinan ormas Islam. Maka, sangat disayangkan ketika Rizieq enggan untuk pulang ke Indonesia dan memberi klarifikasi yang jelas. Kasus ini mungkin serupa tapi tak sama pula. Seperti mirip, namun berbeda. Tahun 2010 adalah ujian terberat bagi Ariel dan rekannya, dan tahun 2017 adalah ujian terberat bagi Habib Rizieq Shihab.


Hari ini Indonesia sedang menghadapi krisis moral yang sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama menutup celah pornografi, memutus rantai amoralis sebelum merefleksi kepada kaum muda. Kita sadar betul bahwa kebaikan akan mengalahkan kemungkaran. Mari berperang melawan pornografi.
Share This :
CATATAN SI ASEP

Saya adalah seorang konten kreator yang menyukai dunia internet dan teknologi. Karakter kepribadian yang supel dan komunikatif

0 komentar