-->
BLANTERWISDOM101

KOMPETENSI GURU PERLU DI PERHATIKAN

Friday, March 27, 2015



Pahlawan tanpa tanda jasa, adalah sebutan bagi mereka, para guru yang rela mengabdikan dirinya, berjuang didunia pendidikan. Setiap hari memberi ilmu, membina dan mengajarkan muridnya. Tak kenal lelah, terus berusaha demi mencerdaskan anak bangsa. Guru memiliki kewajiban untuk mendidik, membimbing, mengarahkan peserta didik. agar menjadi manusia yang mandiri dan berakhlakul kharimah. Berdasarkan UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dalam pasal satu disebutkan bahwa : “Pembangunan nasional dalam bidang pendidikan  adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia serta menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur, dan beradab berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945”.(UU No 14 2005)

Sebagai public figur, guru harus memberi contoh yang baik kepada peserta didik. Menanamkan kebaikan, sikap terpuji dan berwibawa. Mempunyai kecakapan (kompetensi) dalam dirinya, dan mampu terlihat kharismatik. Tidak mencerminkan perbuatan yang bisa membuat namanya jelek dimata peserta didik lainnya.

Satu kriteria yang patut kita perbincangkan adalah kompetensi guru. Kompetensi guru terkadang masih minim hari ini. Beberapa guru melakukan pengajaran tanpa di bekali kompetensi dalam dirinya. Ini menjadi renungan untuk kita sebagai guru. Kompetensi dipandang krusial, sebagai bekal guru ketika mengajar.

Mau apa yang guru berikan pada murid, jika tidak memiliki kompetensi sama sekali. Kompetensi sangatlah penting, karena itu menunjukan seberapa besar kualitas yang dimiliki oleh guru tersebut. United Nation Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO), November 2007, menyebutkan, peringkat Indonesia di bidang pendidikan melorot dibanding tahun 2006 dari rangking 58 ke 62 diantara 130 negara.

Yang lebih ironisnya, penduduk buta aksara ada 15,4 juta orang. Angka partisipasi usia sekolah sampai SLTP sekitar 72% dan SLTA 2,4 %. Sedangkan partisipasi keperguruan tinggi Cuma 16, 7%. Sekitar 5 % penduduk tak bisa mengikuti pendidikan SD. Sekitar 2,75% siswa SD drop out, dan SLTP 2,4%. Ini tak lepas dari faktor ekonomi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, penduduk miskin masih 35 juta atau 15,5% dari total penduduk.Oleh karena itu kompetensi perlu di olah pada diri seorang guru.(blogspot.com)

Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah kualitas guru yang masih rendah. Di Indonesia kualitas guru masih terbilang rendah, data menunjukan tahun 2005, tercatat 50 % guru di Indonesia tidak memiliki kualitas Standarisasi Pendidikan Nasional (SPN). baru 50 persen dari guru se-Indonesia yang memiliki standardisasi dan kompetensi. Kondisi seperti ini masih dirasa kurang. Sehingga kualitas pendidikan kita belum menunjukkan peningkatan yang signifikan,(UNJ) Prof. Sutjipto). Negera dengan tingkat pendidikan pertama yang bagus adalah Finlandia. (http:/.geocities/mutu_guru.html)

Lalu apa itu kompetensi?

Kompetensi adalah suatu kemampuan, karakteristik dasar yang ada pada diri individu. Seperti yang dikatakan oleh Spencer dan Palan (2007) bahwa, kompetensi adalah  karakteristik dasar yang dimiliki oleh seorang individu yang berhubungan secara kausal dalam memenuhi kriteria yang diperlukan dalam menduduki suatu jabatan. Kompetensi ini terdiri dari 5 tipe karakteristik, yaitu motif, faktor bawaan, konsep diri, pengetahuan (informasi dalam bidang tertentu) dan keterampilan.(Spencer & Palan : 2007)

Beberapa kompetensi yang mesti ada pada guru yakni : Kompetensi Paedagogik, Kompetensi Kepribadian. Kompetensi Sosial dan Kompetensi Profesional. Hal ini tercantum pula dalam Permendiknas no 16. Th 2007, tentang kualifikasi dan kompetensi guru, yakni , Setiap guru wajib memenuhi standar kualitas akademik dan kompetensi guru yang berlaku secara nasional, juga bahwa guru-guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik diploma empat (D-IV) atau sarjana akan diatur dengan peraturan menteri tersendiri. Ke empat aspek ini menjadi standarisasi bagi mereka yang menyandang status guru, jika guru tidak mempunyai empat aspek tersebut, dipastikan guru tersebut gagal dalam membimbing peserta didiknya.

Tugas guru sangatlah berat, guru dituntut berperan aktif dalam melakukan pengajaran, mampu memberikan pembelajaran yang baik, untuk perkembangan potensi peserta didik. Guru adalah profesi mulia, dimana guru berkewajiban mendidik para muridnya. Maka persiapan mengajarpun haruslah matang, tidak asal-asalan. Seorang guru dianggap perlu memiliki konsep dalam belajar, agar pembelajaran itu bisa terarah. Unsur-unsur penting seperti RPP, silabus, buku panduan, absensi dan format penilaian. Hal-hal penting yang wajib ada ketika sedang mengajar.

Terkadang persiapan itu, suka terlupakan guru saat mengajar. Guru tidak punya pegangan ketika mengajar, alhasil, pembelajaran jadi acak-acakan. Bingung dengan apa yang harus dilakukan, karena tidak ada kematangan dan persiapan. Budaya ini, masih sering terjadi pada individu seorang guru, yang diharapkan bisa melakukan pembelajaran, tetapi malah acak-acakan. Yang lebih parahnya, apabila guru tersebut tidak mempunyai antusias dalam mengajar, peserta didik dibiarkan begitu saja. Sungguh sangat ironis.

Apakah anda suka dengan  guru tersebut?

Yang jelas pasti kita menolak, karena hal tersebut bukan ciri dan karakter yang sebenarnya ada pada guru itu sendiri.

Pemerintah telah memberikan kesejahteraan kepada para guru dimulai dari tunjangan perbulan, tunjangan fungsional dan sertifikasi. Adalah sebagai bentuk perhatian pemerintah Maka, sudah selayaknya, guru mempunyai rasa optimis ketika mengajar, tidak terlihat lemah, loyo dan letoy. Jangan sampai semua itu membuat anda malas sebagai guru, guru cerdas adalah guru yang bisa mengontrol emosionalnya.

Oleh karena itu, ini menjadi pelajaran untuk kita, khususnya para guru yang masih lalai mengerjakan amanahnya sebagai guru. Seorang guru mesti memiliki kualitas dan kompetensi yang baik. Kompetensi yang dimaksud adalah, paedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Tentunya, seorang guru harus meningkatkan kembali kemampuan mereka, agar tidak sembarangan ketika mengajar.

bagi anda seorang guru, ikutilah seminar-seminar, kepelatihan,diklat kepribadian (Personality Training), daftar pertanyaan menulis (Questionnare). Dari acara tersebut, adalah upaya untuk meningkatkan kompetensi pada diri. Untuk itu,mulailah dari sekarang, persiapan mental anda sebagai guru yang baik.

Kesalahan dan gagalnya peserta didik bukan hanya ditumpahkan pada peserta didik saja, bisa jadi, guru pun menjadi faktor penting atas gagalnya  melahirkan manusia yang berakhlakul kharimah. Karenanya, jangan salah kembali ketika mengajar. Perhatikan setiap regulasi dan prosedur agar guru paham.

Kompetensi guru akan terus meningkat, jika rajin mengolah diri dengan semangat.
Cintailah murid kita, sayangilah mereka, bimbing dan didiklah mereka dengan penuh keikhlasan, agar semua menjadi berkah.

Sudah seharusnya kita sayang terhadap peserta didik, jangan pernah mensia-siakan peserta didik kita. guru adalah orangtua ke dua setelah ayah dan ibu. Maka saya katakan guru adalah orang tua saya kedua yang wajib dihormati dan disegani.


Share This :
CATATAN SI ASEP

Saya adalah seorang konten kreator yang menyukai dunia internet dan teknologi. Karakter kepribadian yang supel dan komunikatif

0 komentar