-->
BLANTERWISDOM101

PENULIS PUNYA SEJARAH

Saturday, March 7, 2015




Menulis adalah salah satu kegiatan positif, dimana kita bisa menuangkan ide, gagasan dan pikiran kita. bentuk karya tulis sangatlah beragam, tergantung minat dan kesukaan kita dalam menulis. Beberapa karya tulis seperti cerpen, artikel, puisi, sajak dan sebagainya.

Seseorang  bisa menumpahkan idenya lewat tulisan. entah itu, kegembiran, kesenangan, kekesalan maupun kebahagian. Semua bisa kita tuangkan lewat tulisan, hanya saja kita malas memulainya. Menurut Pranoto (2004; 9) menulis berarti menuangkan buah pikiran kedalam bentuk tulisan atau menceritakan sesuatu kepada orang lain melalui tulisan. Menulis juga dapat diartikan sebagai ungkapan atau ekspresi perasaan yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Dengan kata lain, melalui proses menulis kita dapat berkomunikasi secara tidak langsung. (Pratono 2004 : 9)

Mungkin anda masih ingat ketika duduk dibangku SD? bu guru menyuruh kita untuk mengarang, dan kita pun mengerjakan apa yang disuruh oleh guru kita. dan mulailah mengarang. Kata demi kata kita tulis, membentuk kalimat, hingga jadilah sebuah paragraf. Biasanya waktu SD kita menceritakan pengalaman kita, lalu kita tuangkan lewat tulisan.

Apakah anda tidak rindu dengan masa-masa SD? Pertama kali mengarang dengan penuh antusias dan penuh percaya diri.

Tetapi mengapa hari ini kita berhenti menulis, bahkan kita menganggap bahwa menulis itu susah, dan akhirnya malas untuk menulis.

Apakah benar menulis itu sulit?

Sebenarnya, menulis sangatlah mudah, asalkan kita mau berlatih dan mengasah kemampuan kita. Banyak membaca buku, serta berdiskusi dengan orang-orang yang telah sukses dalam dunia menulis. Maka, dipastikan kita akan paham dan kompeten untuk menulis. Berkaca pada sebuah pisau, apabila kita sering memakai pisau itu, tentu akan semakin tajam, tetapi jika tidak pernah kita pakai, maka pisau itu akan tumpul. Sama halnya dengan menulis,  perlu banyak berlatih dan mengasahnya, agar kita terbiasa dan mudah untuk menulis.

Mungkin kita pernah mendengar Khalil Gibran, seorang penulis terkenal asal negara Lebanon lahir 6 Januari 1883. Beliau adalah penyair ternama yang karya-karyanya mencerminkan perpaduan budaya timur dan barat. Disukai berbagai kalangan dan populer diberbagai belahan dunia. Kisah kehidupannya banyak di warnai penderitaan, baik dari segi ekonomi, ditinggal orang-orang tercinta, hingga kisah asmaranya dengan May Ziadah.(wikipedia.org)

Begitu sangat keras perjalanan seorang Khalil Gibran untuk menjadi penulis yang populer. Ia harus mengalami kesulitan ekonomi dan paling menyedihkan, harus  ditinggalkan oleh orang-orang tercinta.

Tidak semudah membalikan kedua telapak tangan untuk menjadi penulis yang baik. Perlu proses yang keras dan keuletan dalam menekuni itu semua. Selain itu, motivasi yang tinggi, diiringan rasa percaya diri dan kesungguhan hati. Dalam Mahfudat (hiasan kata) Man Jadda Wajadda “barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil”. Artinya bahwa, siapa saja mereka yang mempunyai tekad yang kuat serta kesungguhan yang besar, maka, dipastikan berhasil atas apa yang diharapkannya. Seperti kisah Khalil Gibran yang sangat mengharukan dalam perjalanan menulis. Dia berjuang keras hingga akhirnya sukses.

Seseorang akan selalu dikenang dalam hidupannya, ketika ia banyak meninggalkan karya-karya. Sama halnya dengan tulisan, tulisan-tulisan yang telah kita buat, alangkah baiknya kita kumpulkan dalam sebuah buku. Buku itu akan menggambarkan sejarah penulis dan setiap kali orang membacanya, pasti ia akan mengenang kita.

Imam Bukhari adalah seorang ahli hadits ternama dan terkenal di daerah Timur tengah, ia adalah seorang ulama hadits yang hidup pada abad ke 17-an. Faktanya, mengapa sampai saat ini beliau masih dikenang? Masa silam yang begitu lama, terpaut jarak sekitar ratusan tahun yang lalu. Tetapi Bukhari masih dikengan oleh umat muslim.

Apa yang membuat Bukhari bisa dikenang?

Jawabannya : Karena beliau banyak menghasilkan tulisan yakni, hadits-hadits Nabi SAW yang shahih dan sampai sekarang masih diadopsi sebagai acuan dalam hukum Islam.
Oleh karena itu, menulis sangatlah penting. Setidaknya, orang-orang akan tahu dan mengenal kita lewat karya-karya yang kita hasilkan khususnya dalam menulis.

Saat kita menulis, jangan pernah menganggap bahwa kita tidak mampu untuk membuat tulisan, tetapi mulailah mencoba sedikit demi sedikit untuk menulis. Meski hanya satu kalimat atau satu paragraf,  tapi kita konsisten untuk menulis. semua orang berawal dari belajar, dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak terampil menjadi terampil. Seperti kemampuan dalam menulis, kita akan tahu dan merasakannya ketika kita sudah terjun didalamnya.

Orang yang suka menulis, berarti orang itu telah membuat sejarah. Tetapi bagi mereka yang malas menulis, maka mereka melupakan sejarah.

Bung Karno Presiden RI pertama pernah berkata : Jangan  sekali-kali melupakan sejarah (Jasmerah). Kata-kata tersebut beliau cetuskan saat memperingati HUT RI 17 Agustus 1966. Sejarah menjadi cerminan bagi kita bahwa, sejarah sangat penting untuk kita ingat. karena dengan sejarah, kita akan tahu kehidupan-kehidupan mereka, para tokoh yang pernah berjaya dimasa silam.

Jika kita tidak menulis, mau apa yang kita tampilkan dalam kehidupan ini. Obrolan, tutur kata, yang seharusnya menjadi ide brilian, tetapi tidak bisa terdokumentasikan lewat tulisan. Maka, setiap ide-ide bagus yang kita obrolkan, yang lebih baik dituliskan saja.

Jadikanlah menulis sebagai kebutuhan dalam hidup, seperti halnya makan. Kita ketahui, seseorang membutuhkan makan untuk mendapatkan energi dalam tubuhnya, sehingga makanan menjadi kebutuhan sehari-hari. Menulis bukan hanya dijadikan kepentingan, atau paksaan dari orang lain, tetapi keinginan dari diri kita agar mampu menulis dengan baik.

Hari ini beberapa oknum mempublikasikan tulisannya, demi sekedar mencari pundi-pundi rupiah. Tolak ukur finansial menjadi prioritas utama oleh sebagaian oknum dalam menerbitkan tulisan tersebut. Namun, janganlah kita berpikir kesana. Orientasi kita adalah untuk melatih tulisan yang kita buat, guna tulisan itu terlihat baik, sesuai dengan sistematika penulisannya. Jikalah kita mendapat uang, itu adalah apresiasi kepada kita atas karya tulis yang telah dibuat.

 Saat kita menulis, tentunya tidak harus mengangkat tema-tema yang susah, tentukanlah tema yang sekiranya dianggap mudah oleh kita. jangan mencari tema yang sulit untuk dipaparkan.

Pertama kali menulis mungkin sulit, tetapi dari kesulitan itu pasti akan datang satu kemudahan.“Fa inna maal ussyri yusra” (Setiap datang kesulitan pasti datanglah kemudahan (Al-Insyiroh : 5-6)


Sempatkan dalam satu hari untuk menulis, minimal satu paragraf saja. Jika kita hitung, tujuh hari berturut-turut sudah ada tujuh paragraf, asalkan kita konsisten. Seringlah berlatih, dan diskusikan bersama teman-teman atau siapa saja orang yang dianggap mahir dalam menulis. koreksi bersama-sama hasil tulisan yang telah dibuat, agar kita tahu kelemahan dan kekurangan dari tulisan kita.


Saya yakin, pasti anda sukses dalam menulis. 
Share This :
CATATAN SI ASEP

Saya adalah seorang konten kreator yang menyukai dunia internet dan teknologi. Karakter kepribadian yang supel dan komunikatif

0 komentar