Menulis
adalah salah satu kegiatan positif, dimana kita bisa menuangkan ide, gagasan
dan pikiran kita. bentuk karya tulis sangatlah beragam, tergantung minat dan
kesukaan kita dalam menulis. Beberapa karya tulis seperti cerpen, artikel,
puisi, sajak dan sebagainya.
Seseorang bisa menumpahkan idenya lewat tulisan. entah
itu, kegembiran, kesenangan, kekesalan maupun kebahagian. Semua bisa kita
tuangkan lewat tulisan, hanya saja kita malas memulainya. Menurut Pranoto
(2004; 9) menulis berarti menuangkan buah pikiran kedalam bentuk tulisan atau
menceritakan sesuatu kepada orang lain melalui tulisan. Menulis juga dapat
diartikan sebagai ungkapan atau ekspresi perasaan yang dituangkan dalam bentuk
tulisan. Dengan kata lain, melalui proses menulis kita dapat berkomunikasi
secara tidak langsung. (Pratono 2004 : 9)
Mungkin
anda masih ingat ketika duduk dibangku SD? bu guru menyuruh kita untuk
mengarang, dan kita pun mengerjakan apa yang disuruh oleh guru kita. dan
mulailah mengarang. Kata demi kata kita tulis, membentuk kalimat, hingga
jadilah sebuah paragraf. Biasanya waktu SD kita menceritakan pengalaman kita,
lalu kita tuangkan lewat tulisan.
Apakah
anda tidak rindu dengan masa-masa SD? Pertama kali mengarang dengan penuh
antusias dan penuh percaya diri.
Tetapi
mengapa hari ini kita berhenti menulis, bahkan kita menganggap bahwa menulis
itu susah, dan akhirnya malas untuk menulis.
Apakah
benar menulis itu sulit?
Sebenarnya,
menulis sangatlah mudah, asalkan kita mau berlatih dan mengasah kemampuan kita.
Banyak membaca buku, serta berdiskusi dengan orang-orang yang telah sukses
dalam dunia menulis. Maka, dipastikan kita akan paham dan kompeten untuk
menulis. Berkaca pada sebuah pisau, apabila kita sering memakai pisau itu,
tentu akan semakin tajam, tetapi jika tidak pernah kita pakai, maka pisau itu
akan tumpul. Sama halnya dengan menulis,
perlu banyak berlatih dan mengasahnya, agar kita terbiasa dan mudah
untuk menulis.
Mungkin
kita pernah mendengar Khalil Gibran, seorang penulis terkenal asal negara
Lebanon lahir 6 Januari 1883. Beliau adalah penyair ternama yang karya-karyanya
mencerminkan perpaduan budaya timur dan barat. Disukai berbagai kalangan dan
populer diberbagai belahan dunia. Kisah kehidupannya banyak di warnai
penderitaan, baik dari segi ekonomi, ditinggal orang-orang tercinta, hingga
kisah asmaranya dengan May Ziadah.(wikipedia.org)
Begitu
sangat keras perjalanan seorang Khalil Gibran untuk menjadi penulis yang
populer. Ia harus mengalami kesulitan ekonomi dan paling menyedihkan,
harus ditinggalkan oleh orang-orang
tercinta.
Tidak
semudah membalikan kedua telapak tangan untuk menjadi penulis yang baik. Perlu
proses yang keras dan keuletan dalam menekuni itu semua. Selain itu, motivasi
yang tinggi, diiringan rasa percaya diri dan kesungguhan hati. Dalam Mahfudat
(hiasan kata) Man Jadda Wajadda “barang siapa yang bersungguh-sungguh
pasti berhasil”. Artinya bahwa, siapa saja mereka yang mempunyai tekad yang
kuat serta kesungguhan yang besar, maka, dipastikan berhasil atas apa yang
diharapkannya. Seperti kisah Khalil Gibran yang sangat mengharukan dalam
perjalanan menulis. Dia berjuang keras hingga akhirnya sukses.
Seseorang
akan selalu dikenang dalam hidupannya, ketika ia banyak meninggalkan
karya-karya. Sama halnya dengan tulisan, tulisan-tulisan yang telah kita buat,
alangkah baiknya kita kumpulkan dalam sebuah buku. Buku itu akan menggambarkan
sejarah penulis dan setiap kali orang membacanya, pasti ia akan mengenang kita.
Imam
Bukhari adalah seorang ahli hadits ternama dan terkenal di daerah Timur tengah,
ia adalah seorang ulama hadits yang hidup pada abad ke 17-an. Faktanya, mengapa
sampai saat ini beliau masih dikenang? Masa silam yang begitu lama, terpaut
jarak sekitar ratusan tahun yang lalu. Tetapi Bukhari masih dikengan oleh umat
muslim.
Apa
yang membuat Bukhari bisa dikenang?
Jawabannya
: Karena beliau banyak menghasilkan tulisan yakni, hadits-hadits Nabi SAW yang
shahih dan sampai sekarang masih diadopsi sebagai acuan dalam hukum Islam.
Oleh
karena itu, menulis sangatlah penting. Setidaknya, orang-orang akan tahu dan
mengenal kita lewat karya-karya yang kita hasilkan khususnya dalam menulis.
Saat
kita menulis, jangan pernah menganggap bahwa kita tidak mampu untuk membuat
tulisan, tetapi mulailah mencoba sedikit demi sedikit untuk menulis. Meski
hanya satu kalimat atau satu paragraf,
tapi kita konsisten untuk menulis. semua orang berawal dari belajar,
dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak
terampil menjadi terampil. Seperti kemampuan dalam menulis, kita akan tahu dan merasakannya
ketika kita sudah terjun didalamnya.
Orang
yang suka menulis, berarti orang itu telah membuat sejarah. Tetapi bagi mereka
yang malas menulis, maka mereka melupakan sejarah.
Bung
Karno Presiden RI pertama pernah berkata : Jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jasmerah).
Kata-kata tersebut beliau cetuskan saat memperingati HUT RI 17 Agustus 1966. Sejarah
menjadi cerminan bagi kita bahwa, sejarah sangat penting untuk kita ingat.
karena dengan sejarah, kita akan tahu kehidupan-kehidupan mereka, para tokoh
yang pernah berjaya dimasa silam.
Jika
kita tidak menulis, mau apa yang kita tampilkan dalam kehidupan ini. Obrolan,
tutur kata, yang seharusnya menjadi ide brilian, tetapi tidak bisa
terdokumentasikan lewat tulisan. Maka, setiap ide-ide bagus yang kita obrolkan,
yang lebih baik dituliskan saja.
Jadikanlah
menulis sebagai kebutuhan dalam hidup, seperti halnya makan. Kita ketahui,
seseorang membutuhkan makan untuk mendapatkan energi dalam tubuhnya, sehingga
makanan menjadi kebutuhan sehari-hari. Menulis bukan hanya dijadikan
kepentingan, atau paksaan dari orang lain, tetapi keinginan dari diri kita agar
mampu menulis dengan baik.
Hari
ini beberapa oknum mempublikasikan tulisannya, demi sekedar mencari pundi-pundi
rupiah. Tolak ukur finansial menjadi prioritas utama oleh sebagaian oknum dalam
menerbitkan tulisan tersebut. Namun, janganlah kita berpikir kesana. Orientasi
kita adalah untuk melatih tulisan yang kita buat, guna tulisan itu terlihat
baik, sesuai dengan sistematika penulisannya. Jikalah kita mendapat uang, itu
adalah apresiasi kepada kita atas karya tulis yang telah dibuat.
Saat kita menulis, tentunya tidak harus
mengangkat tema-tema yang susah, tentukanlah tema yang sekiranya dianggap mudah
oleh kita. jangan mencari tema yang sulit untuk dipaparkan.
Pertama
kali menulis mungkin sulit, tetapi dari kesulitan itu pasti akan datang satu
kemudahan.“Fa inna maal ussyri yusra” (Setiap datang kesulitan pasti
datanglah kemudahan (Al-Insyiroh : 5-6)
Sempatkan
dalam satu hari untuk menulis, minimal satu paragraf saja. Jika kita hitung,
tujuh hari berturut-turut sudah ada tujuh paragraf, asalkan kita konsisten. Seringlah
berlatih, dan diskusikan bersama teman-teman atau siapa saja orang yang
dianggap mahir dalam menulis. koreksi bersama-sama hasil tulisan yang telah
dibuat, agar kita tahu kelemahan dan kekurangan dari tulisan kita.
Saya yakin, pasti anda sukses dalam menulis.
Share This :


0 komentar